Cerita Sex Dengan Cewek Cantik Yang Bekerja Di Stasiun TV

Posted on
Spread the love

Perkenalkan nama saya Lidya adalah seorang perempuan yang sudah mempunyai cemewew (pacar), maklum aku salah satu seseorang yang bekerja di stasiun N*t Tv.
Saya anak kedua dari sebuah keluarga yang berkecukupan walaupun tidak terlalu kaya raya. Saya berpacaran dengan seorang pria yang sangat saya cintai, hubungan kamipun didukung oleh kedua orang tua kami.
Tetapi kami belum menikah, dan kalo hubungan sex masih jalan terus! maklum ini pergaulan anak zaman sekarang. Kami tidak ada masalah sex bahkan sepertinya semakin hari semakin seru aja. Terasa harmonis sekali kehidupan berpacaran kami ini. Selain itu di sekitar rumahku, aku dikenal sebagai sosok wanita yang baik, ramah, serta setia. Pokoknya tidak ada sama sekalipun berita miring tentang aku dan pacarku.
Seiring dengan perkembangan waktu, pekerjaan pacarkupun semakin sibuk karena karirnya sedang melonjak pesat. Hal itu membuat pacarku harus bekerja dari pagi sampai malam sehingga sering kecapaian, bahkan terkadang kudu keluar kota untuk beberapa hari karena urusan kantornya, membuat hubungan seks kamipun berkurang drastis.
Apabila dulu kami melakukannya hampir di penghujung akhir hari kerja yaitu malam minggu di setiap hotel. Sekarang hanya satu kali dalam sebulan. Saya memakluminya dan mencoba untuk enjoy, toh ini demi kebaikan masa depan rumah tangga kami juga. pikirku
Sikap cemewewku yang dahulu sangat perhatian malah sekarang menjadi berkurang, aku sadar ini bukanlah karena sikapnya yang berubah tetapi karena tuntutan kerja yang membuatnya lebih cenderung perhatian pada tugas-tugasnya. Tetapi saya tetaplah seorang wanita yang membutuhkan kasih sayang, perhatian serta belaian dari seorang cowok. Terus terang aja saya memiliki nafsu seks yang cukup besar. tetapi di bilang hypersex tidak juga.
Hingga suatu hari…
saat itu hari minggu pagi, ia menelponku untuk izin berangkat keluar kota mengurus kerjaannya untuk waktu dua hari. Setelah ia pergi, akupun berangkat pergi Fitnes yang memang aku lakukan setiap 1 minggu sekali.
Sesampai di ruang fitnes, akupun mengganti baju yang ketat dan super seksi, maklum rata-rata baju fitnes untuk cewek memakai baju ketat saja, tidak seperti pria yang buka baju sampai kelihatan dada 🙂 hehehe …
Tepat diseberang sana berjalan seorang pria yang dari tadi selalu melirik padaku . gak lama kemudian pria itu menghampiriku, setengah berteriak dia berkata!!!
“Lidya ya?
aku kaget darimana ia tau namaku. Kemudianku jawab
“Iya betul, saya Lidya, kalo kamu siapa ya?”
“Kamu lupa ya? aku dulu kakak kelasmu sewaktu SMU di Bandung!” tutur Radit
Setelah saya ingat-ingat akhirnya!!!
“kamu Radit ya?”
Dia menganggukan kepalanya.
Lidya : Ya ampun, Dit… aku pangling maaf banget ya!
Radit : Gak apa-apa kok aku juga tadi agak lupa sama kamu.. hmmm kamu sering fitnes juga ?
Lidya : Oh, aku lumayan sering fitnes juga sih, Kamu juga ya ?
Radit : Oh iya tentu, sampai saat ini aku udah 2 bulan fitnes di sini”
Lidya : tapi kok kita gak pernah jumpa ya ?
Radit : mungkin beda jadwal kali!
Lidya : oh iya betul juga sih .
Radit : Aku dengar kamu sudah punya cowok, cowokmu mana ?
Lidya : cowokku gak bisa ikut ngantar, soalnya akhir-akhir ini lagi sibuk
Radit : Ya udah, aku temenin aja deh
Lidya : Nggak usah Dit, aku sendirian juga gak apa-apa kok, Tolakku
Radit : Ah… jangan gitu, lagian ini kan hari libur mumpung aku lagi nggak ada kerjaan kok ! Kitakan udah lama gak ketemu, pengen ngobrol-ngobrol aja, boleh kan? Jawab Radit setengah memaksa.
Lidya : Oke deh” Jawabku.
Kamipun larut dalam obrolan-obrolan asik, kami mengobrol kenangan masa-masa SMU dulu di bandung. Obrolan kamipun terhenti ketika ada telpon dari bokapku di rumah.
“Dit, bentar ya aku angkat telpon dulu”
“oh oke gak apa-apa” balasnya
setelah beberapa lama Radit bertanya kepadaku. kamu mau kemana rapi-rapi ??
udah waktunya pulang, aku ada kerjaan di rumah . jawabku
oh iya sekalian aja, kebetulan aku bawa mobil nih, aku antar aja yah?!!!” tutur Radit.
Memang di sela-sela obrolan kami tadi dia sempat nanya apa kendaraanku kesini, dan aku menjawab naik taksi.
“gimana, kita pulang sekarang?” Tanyanya
“Terserah kamu deh” jawabku
“Ok deh, yuk” balasnya.
Dalam perjalanan dia bercerita kalau mobil tersebut bukanlah mobil pribadinya, tetapi mobil rekan kerja yang dipinjamnya. Dia juga bercerita kalau dia bekerja di sebuah perusahaan online alat-alat kecantikan wanita, dan dia menjabat sebagai Supervisor.
Walaupun sebagai Supervisor, kerjanya pun bukan hanya sekedar duduk-duduk saja, tetapi juga membantu bawahannya mempromosikan alat-alat kecantikan tersebut. dan dia sering melakukan fitnes sejak beberapa tahun yang lalu di tempat yang berbeda, pantes saja badannya besar dan kekar. sambil melamun aku membayangkan bentuk tubuhnya yang kece itu, mendadak nafasku menjadi berat. tiba-tiba Lamunanku dikejutkan olehnya. Untung aja lamunan kotorku tidak lama, kalau nggak bisa malu aku nih.
“Rumahmu dekat mana Lid?” Tanyanya.
Kusebutkan alamatku, yang memang lumayan dekat dari tempat fitnes.
“Wah berarti kerumahmu dekat dong, kamu mau mampir kerumahku dulu gak ? Kebetulan saat ini aku tinggal sama kakak perempuanku Lola, kamu juga mungkin kenal sama dia?” tuturnya
Mendengar dia nggak tinggal sendirian tetapi bersama kakaknya, aku pun mengiya-kan.
Boleh deh, sekalian pengen jumpa sama kak Lola” Jawabku.
ngak berapa lama kami sampai dirumah Radit. Rumahnya lumayan besar, tetapi cukup rapi halamannya yang ditumbuhi macam-macam bunga yang membuat tampak alami dan segar. Sesampai didalam rumah kami disambut kak Lola yang ramah dan bersahabat, lalu kak yola mempersilahkan aku duduk di rumahnya.
“Mau minum apa Lid?” Sapa kak Lola.
“ah… Nggak usah repot-repot, nanti aku ambil sendiri kalau haus” Jawabku.
Memang dari dulu aku sudah agak akrab dan ngak canggung lagi dengan keluarga Radit.
“Ya udah, kakak kebelakang dululah ya soalnya tadi lagi masak” Jawab kak Lola sambil pergi kebelakang menuju dapur.
“Lid, kamu istirahat aja dulu ya” Sapa Radit.
“oh Iya Dit..” Jawabku.
Pandanganku menyapu seluruh ruang tamu, tampak ada beberapa foto Radit tergantung didinding ruangan tamu. Tak ada foto wanita lain bersama Radit . Bosan sendirian di depan akupun bermaksud membantu kak Lola didapur. Rupanya berada jauh dibelakang sana untuk menuju ke dapur. belum sampai menuju dapur, gak sengaja mataku memandang ke arah Radit saat kencing.
Sontak aja kami berdua bersama-sama kaget dan malu.
oh. sory.. sory.. Dit, gak sengaja, aku gak ngintip kok !!!
cuma kelihatan dikit aja. hehehe…. ujarku
Secara reflek aku membalikan badan. Tanpa mengeluarkan kata-kata lagi beranjak meninggalkan Radit menuju kedapur yang menjadi tujuan awalku. sambil berjalan aku melamun k*ntol Radit yang walaupun ngak sedang tegang tampak besar dan panjangnya. terlintas di benakku gimana bentuk gedenya penis itu kalau sedang tegang ya”… pikirku kembali
Dadaku berdetak kencang antara perasaan menyesal, malu, dan ah sudahlah … bodohnya aku jadi terangsang olehnya. Mengapa aku menjadi terangsang melihat K*ntol lelaki lain selain pacarku. Apa gara-gara udah hampir satu bulan ini ngak diberi jatah oleh pacarku. Aku tetaplah seorang wanita yang butuh akan hal yang satu itu. Hal ini nggak dapat kupungkiri oleh wanita lain pun tentang sex .
Setelah membantu kak Lola masak, akupun kembali keruang tamu lagi. Kulihat Radit sedang duduk di sofa sambil membuka facebook. Rasa maluku makin bertambah saat bertemu Radit diruang tamu.  Tapi tanggapan Radit berbeda dari yang aku pikir. Radit seolah-olah nggak peduli akan hal yang tadi itu, dia anggap seolah ngak terjadi apa-apa.
Selang beberapa waktu terbayang kembali dibenakku Badan Radit yang tegap, serta otot-ototnya yang kece, dan penisnya yang ah sudahlah… mengapa aku jadi terangsang mengingatnya.
Mengingat Semua bayangan itu, tali BH-ku mengetat dan payudaraku menjadi mengeras, otot-otot vaginaku berkontraksi, kemudian hitungan detik akupun merasa geli di bagian vagina. Sepertinya aku manja kepada Radit. Aku tahu ini bisa jadi masalah, tapi sungguh aku tah tahan dengan nafsu birahiku. akupun buru-buru pamit pulang kepada Radit dan kak Lola.
1 MINGGU KEMUDIAN
Selang beberapa hari Radit bekunjung kerumahku .
“Eh.. ada Radit, ayo silahkan masuk aja” ngak kusangka Radit main kerumahku,
Radit : Lagi nonton film korea ya Wid?
Lidya : Oh Iya
Radit : Film apa judulnya?
Lidya : Ngak tahu tuh… aku cuma iseng-iseng aja nonton film ini
Radit : Kok sepi, orang tuamu pada kemana ?
Lidya : Aku semenjak kerja udah tinggal sendiri
Radit : Jadi kamu sendirian dong, aku malah ngak enak nih
Lidya : Emang Ngak enak kenapa? Tanyaku balik.
Radit : Ya kamu kan lagi sendirian nih, ngak enak dong cowok main kesini” Jawabnya.
Lidya : Udahlah ngak apa-apa kok, Baru pulang kerja nih Dit?” Tanyaku.
Radit : Iya nih Lid, sambil nunggu hujan reda, mampir deh ke rumahmu
Lidya : oke deh, Tunggu bentar ya Dit kubuatkan teh biar ngak kedinginan
Radit : boleh, kalau ngak ngerepotin!”. Jawabnya, dan Aku hanya tersenyum manis ke wajahnya.
Sekian lama kamipun mulai fokus pada film korea. Sementara hujan diluar semakin keras dan memasuki tayangan film bagian yang hot. Ada rasa malu dalam diriku melihat tayangan tersebut yang kami tonton. Semakin lama filmnya semakin romantis saja,
Tanpa aku sadari mulai terangsang di saat menontonnya, apalagi ditambah cuaca dingin diluar sana membuat nafsu birahiku meningkat ingin di peluk. Aku nggak tau apa yang dirasakan Radit  saat nonton, tapi aku sih yakin diapun juga sedang bergairah. namun aku kagum dia mampu menutupi nafsunya dengan tetap tenang.
Karena nafsuku sedang meningkat tinggi, tanpa sadar aku memeluk Radit. Setelah sadar apa yang ku buat, sontak saja ku melepaskan pelukannya. dan wajahku mulai memerah menahan malu ke dua kali kepada Radit. Ia mencoba memegang wajahku dan mengusap-usapnya sambil mendekatkan wajahnya ke bibirku.
Radit sepertinya akan mengecup bibirku” pikirku.
Sebelum bibirnya menyentuh masih sempat aku berkata !!!
Aduh jangan Dit” ujarku
Radit terus saja mendekati wajahnya menyentuh bibirku. Sejurus kemudian mulut Radit terus menciumi bibirku, ia memainkan lidahnya dengan baik dalam rongga mulutku. Aku mulai bergetar, terangsang, dan semakin lupa segalanya. Aku mulai memberikan perlawanan pada bibirnya yang tak kalah ganasnya.
Tak sampai disitu, tangan Radit mulai meremas kedua payudaraku dari luar daster yang kugunakan. tangannya memuir-muirkan pentil susuku, aku merasakan getaran karena efek geli dari ujung pentilku.
Aku semakin berani saja, K*ntol Radit yang kemarin-kemarin ini hanya bisa aku bayangkan, kali ini aku bisa menggenggamnya, ku coba meremas dengan perlahan dari luar celana jeansnya. Davidpun memainkan waktu tempo saat itu. Ia terus mecoba membuatku terangsang dengan memasukan jarinya ke dalam bajuku untuk memegang langsung payudaraku yang berbentuk bulat ini.
“oooh.. Dit Geli…” Ujarku
Aku semakin tergila-gila dibuatnya. Akupun mulai membuka ikat pinggang yang digunakan Radit. Terlihat jelas tonjolan penis Radit dari balik CDnya. Sambilku masukan tanganku yang mulai meremas penis David dari dalam CD itu.
Woow… sedikit menarik nafsu di saat aku meremas betapa panjang dan besarnya penis Radit dalam kondisi tegang ini, sambil jongkok di lantai tanganku mengocok K*ntol Radit. Secara refleks kumasukkan penisnya ke dalam mulutku. sangking panjanganya ngak semua berhasilku telan penis tersebut.
Dalam kondisi telanjang bulat diangkatnya tubuhku sehingga berdiri. Aku ngak mau kalah kulepas juga kaos yang dipakai Radit. sekarang kami berdua telanjang bulat tanpa apapun. di hisapnya kedua buah payudaraku dengan nikmat sambil memasukan penisnya ke dalam vaginaku. Memang agak kesulitan Radit mencari lubangnya, maka aku bantu penisnya memasukin lubang vaginaku yang bersih ini.
Sluuuuuuuurp.. masuklah penis David kelubang Vaginaku !!!
arrrgggg… Dit ” jeritku saat penis Radit jauh lebih dalam masuk ke dalam lubang vaginaku .
“Kplak. Kplak. Kplak” bunyi bokongku di tepuk Radit.
‘Oohhhhh’ desahku nikmat. Baru kali ini aku coba bersetubuh dalam posisi berdiri, sangat nikmat sekali. Radit terus menggoyangkan dari belakang sambil memegang pentil susuku .
Ooohh… Radit… kamu hebat Dit..!!!” Aku semakin bergairah dan jeritku pun semakin menjadi-jadi.
Setelah beberapa lama kemudian tubuh Radit kejang serta bergetar, aku tau ini pertanda lelaki akan mengeluarkan cairan yang di sebut air mani, tetapi aku berfikir ingin menelan seluruh air mani dari dalam tubuhnya.
Boleh request gak Dit”? ujarku
Emang mau apaan ? balas Radit.
nanti kalau di penghujung kalo kamu udah mau keluar, bilang ke aku karena mau ku minum semua air manimu.
Oke Lid, kita keluar sama-sama” Jawab Radit.
tapi udah mau keluar nih, aku lepas ya ke mulutmu aja” sambung Radit
Aaarrrg…..!!! Jerit Radit
Akhirnya semua air maninya aku minum, kemudian Radit roboh dan goleran sambil berpelukan mesra denganku.
Kurang lebih 30 menit kami istirahat, aku pun membersihkan badan di kamar mandi. Disaat aku mandi, Radit tiba-tiba masuk ke dalam yang memang ngak aku kunci. Tersentak aku kaget, Diremasnya kedua payudaraku dengan kedua tangannya sambil mandi kami merasakan kemesraan yang sangat nikmat dan seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *